Mahasiswa: Kekuatan Moral Penjaga Keadilan


Demo selalu mengingatkan pada masa lalu. Masa ketika semangat mahasiswa begitu menyala, ketika teriakan "Hidup Mahasiswa!" bukan sekadar slogan, melainkan panggilan untuk menegakkan kebenaran dan keadilan.

Mahasiswa sering disebut sebagai kekuatan moral. Ketika mereka bersatu, keberanian tumbuh dan rasa takut seakan sirna. Mereka menjadi kelompok yang mampu menyuarakan aspirasi rakyat dan mengingatkan penguasa agar tidak melenceng dari amanat yang diberikan.

Saya teringat pada demonstrasi besar di IKIP Yogyakarta pada masa lalu. Saat itu mahasiswa menolak penunjukan seorang rektor yang bergelar Drs. Mereka mempertanyakan keputusan tersebut karena terdapat calon lain yang memiliki kualifikasi akademik lebih tinggi, bergelar Profesor Doktor. Namun karena pertimbangan dan keputusan dari tingkat kementerian, penunjukan tetap dilakukan.

Peristiwa itu menjadi salah satu contoh bagaimana mahasiswa berani menyampaikan kritik dan penolakan terhadap kebijakan yang dianggap tidak sesuai dengan prinsip keadilan dan kepatutan. Bukan semata-mata untuk melawan, tetapi untuk menjaga marwah dunia pendidikan dan nilai-nilai akademik.

Kini, ketika melihat demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah, ingatan itu kembali hadir. Semangat mahasiswa tampak masih hidup. Mereka tetap menjadi suara yang mengingatkan penguasa ketika kebijakan dianggap tidak berpihak kepada masyarakat.

Sejarah telah menunjukkan bahwa perubahan besar sering kali diawali oleh keberanian anak-anak muda yang berani berpikir, berani bersuara, dan berani memperjuangkan apa yang mereka yakini benar. Karena itu, selama mahasiswa masih memiliki idealisme dan keberanian, harapan akan lahirnya keadilan dan perbaikan bangsa akan selalu ada.

Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!

Komentar