Di tengah hiruk-pikuk dunia, manusia sering mencari ketenangan melalui harta, jabatan, atau kemewahan. Namun, semua itu kerap hanya memberi bahagia sesaat. Islam mengajarkan bahwa ketenangan sejati berasal dari hati yang selalu terhubung dengan Allah, salah satunya melalui zikir.
Allah ﷻ berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra‘d: 28)
Ayat ini menegaskan bahwa ketenangan bukanlah hasil dari apa yang kita miliki, melainkan dari siapa yang kita ingat. Lisan yang basah oleh zikir menjaga hati tetap hidup, lembut, dan lapang, meskipun berada dalam kondisi sulit.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Perumpamaan orang yang berzikir kepada Rabb-nya dengan yang tidak berzikir adalah seperti orang hidup dan orang mati.”
(HR. Bukhari)
Hadits ini menunjukkan bahwa zikir adalah ruh bagi hati. Tanpa zikir, hati menjadi keras, gelisah, dan mudah dikuasai hawa nafsu. Sebaliknya, hati yang sering menyebut nama Allah akan merasakan ketenangan yang tidak dapat dibeli oleh materi dunia.
Karena itu, jangan biarkan lisan kita kering dari zikir. Ucapkan tasbih, tahmid, tahlil, dan istighfar di sela-sela aktivitas. Sebab zikir bukan hanya ibadah lisan, tetapi jalan untuk mendekat kepada Allah dan meraih ketenangan hakiki.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang senantiasa mengingat-Nya dalam setiap keadaan. Aamiin. 🌿
Komentar