Ujian Hidup sebagai Cermin Syukur dan Sabar

 

Dalam perjalanan hidup, seorang hamba tidak selalu berada dalam kelapangan. Ada kalanya Allah menguji dengan kemiskinan, penyakit, dan berbagai musibah lainnya. Ujian ini bukan semata-mata tanda murka, melainkan cara Allah menguji sejauh mana syukur dan kesabaran hamba-Nya.

Allah berfirman:

“Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah: 155)

Ayat ini menegaskan bahwa ujian adalah bagian pasti dari kehidupan. Orang yang sabar dalam menghadapi ujian akan mendapatkan kabar gembira dari Allah, berupa pahala dan kedudukan yang mulia di sisi-Nya.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin. Sesungguhnya seluruh perkaranya adalah baik baginya. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, maka itu pun baik baginya.”
(HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa seorang mukmin sejati selalu berada dalam kebaikan. Nikmat melahirkan syukur, sementara musibah melahirkan kesabaran. Keduanya menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah.

Maka, ketika kemiskinan atau penyakit datang menghampiri, janganlah berputus asa. Jadikan ujian sebagai sarana memperkuat iman, memperhalus hati, dan meningkatkan kualitas syukur serta sabar. Sebab di balik setiap ujian, selalu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang tersembunyi.

Komentar