“Siapa yang Mengendalikan Hidup Kita?”

 




4 Sopir Hawa Nafsu dalam Diri Manusia

Hidup manusia ibarat kendaraan. Ia akan melaju sesuai siapa yang menjadi sopirnya. Dalam diri kita ada empat potensi pengendali (sopir) hawa nafsu:

1. Marah (Amarah)

Saat amarah yang menyetir, akal dikalahkan emosi.
Ucapan menjadi kasar, keputusan tergesa, penyesalan datang belakangan.
Rasulullah ﷺ bersabda:

“Orang kuat bukanlah yang menang bergulat, tetapi yang mampu menahan marah.” (HR. Bukhari-Muslim)

➡️ Marah perlu dikendalikan, bukan diikuti.

2. Hewan (Nafsu Bahimiyah)

Jika yang menyetir adalah sifat hewani, hidup hanya berputar pada makan, tidur, syahwat, dan kenyamanan.
Tanpa nilai dan tujuan, manusia bisa turun derajatnya seperti hewan, bahkan lebih rendah.

➡️ Nafsu boleh dipenuhi, tapi harus diarahkan.

3. Setan (Syaithaniyah)

Ketika bisikan setan menjadi sopir, yang benar terlihat salah, yang salah terasa benar.
Muncul dengki, sombong, riya’, dan pembenaran dosa.

➡️ Setan tidak memaksa, tapi membujuk dengan halus.


4. Dzikir (Ruhaniyah)

Inilah sopir terbaik.
Saat dzikir yang mengendalikan, hati tenang, akal jernih, dan langkah terarah.
Allah berfirman:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

➡️ Dzikir membuat nafsu tunduk, bukan memimpin.

Komentar