Ketika Ilmu Menjadi Sebab Turunnya Rezeki

 


Dua Bersaudara di Masa Nabi ﷺ: Antara Nafkah dan Ilmu

Di masa Rasulullah ﷺ, terdapat sebuah kisah penuh hikmah tentang dua orang bersaudara. Salah satunya sibuk bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup, sementara yang lainnya memilih fokus mendatangi Rasulullah ﷺ untuk menuntut ilmu agama.

Suatu hari, saudara yang bekerja mengadu kepada Nabi ﷺ tentang saudaranya yang lebih banyak duduk belajar dan tidak bekerja. Mendengar hal itu, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangkali engkau diberi rezeki karena sebab dia.”
(HR. Tirmidzi)

Hadits ini mengajarkan bahwa ilmu memiliki kedudukan yang sangat mulia di sisi Allah. Orang yang menuntut ilmu bukan hanya memberi manfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga menjadi sebab turunnya keberkahan bagi orang lain, termasuk keluarganya.

Al-Qur'an pun menegaskan keutamaan ilmu. Allah berfirman:

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujādilah: 11)

Namun Islam tidak memisahkan antara ilmu dan amal. Bekerja mencari nafkah yang halal juga merupakan ibadah. Allah berfirman:

“Maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah.”
(QS. Al-Jumu‘ah: 10)

Kisah dua bersaudara ini mengajarkan keseimbangan dalam hidup. Menuntut ilmu adalah jalan menuju kemuliaan, sementara bekerja adalah bentuk tanggung jawab dan ibadah. Keduanya saling melengkapi dan sama-sama bernilai di sisi Allah jika diniatkan karena-Nya.

Semoga kita mampu meneladani hikmah ini: menghargai ilmu, memuliakan para penuntutnya, dan tetap berikhtiar mencari nafkah dengan cara yang halal dan penuh keberkahan.

Komentar