Jangan Putus Asa, Sebab Harapan Selalu Ada

 

Bahkan Nabi Yunus ‘alaihis salam, yang terbelenggu dalam tiga lapis kegelapan—gelapnya malam, gelapnya lautan, dan gelapnya perut ikan—masih memiliki harapan. Dalam kondisi yang secara logika manusia tampak mustahil untuk selamat, beliau tidak berputus asa dari rahmat Allah. Justru dari tempat paling sempit itulah, doa yang penuh keikhlasan dipanjatkan:

“Lā ilāha illā anta, subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.”
(QS. Al-Anbiyā’: 87)

Allah pun mengabulkan doa tersebut dan menyelamatkan Nabi Yunus. Al-Qur’an menegaskan:

“Maka Kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan.”
(QS. Al-Anbiyā’: 88)

Kisah ini menjadi bukti bahwa seberat apa pun ujian hidup, harapan tidak pernah tertutup bagi hamba yang kembali kepada Allah. Putus asa bukanlah sifat orang beriman, karena Allah sendiri berfirman:

“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.”
(QS. Az-Zumar: 53)

Rasulullah ﷺ pun bersabda:

“Ketahuilah, bahwa pertolongan itu datang bersama kesabaran, dan bersama kesulitan ada kemudahan.”
(HR. Tirmidzi)

Maka, dalam setiap masalah kehidupan, jadikan kisah Nabi Yunus sebagai penguat hati. Selama doa masih terucap dan iman masih terjaga, harapan selalu ada. Jangan pernah berputus asa, sebab rahmat Allah jauh lebih luas daripada segala kesulitan yang kita hadapi.


Komentar