Indonesia Berliterasi: Menggerakkan Membaca dari Sekolah

 

Kondisi literasi bangsa Indonesia hingga hari ini masih menjadi pekerjaan besar. Berbagai indeks literasi dunia menempatkan Indonesia pada peringkat bawah, terutama dalam minat baca dan kemampuan menulis. Fakta ini seharusnya tidak membuat kita pesimis, justru menjadi pintu masuk untuk menggerakkan perubahan secara serius dan berkelanjutan.

Salah satu jawaban atas tantangan tersebut adalah Gerakan Indonesia Membaca dan Indonesia Menulis. Dua gerakan ini saling berkaitan. Membaca melahirkan pengetahuan, sedangkan menulis adalah bukti dari pemahaman. Jika budaya membaca tumbuh, maka kemampuan menulis akan mengikuti secara alami. Dari sinilah sumber daya manusia yang unggul dapat dibentuk.

Kondisi ini menggugah para pegiat literasi untuk bergerak lebih nyata, terutama dalam memberdayakan ekosistem literasi di sekolah. Sekolah adalah titik paling strategis untuk memulai gerakan literasi nasional. Sistem sudah tersedia, sumber daya manusia ada, dan peserta didik berada dalam fase terbaik untuk dibiasakan membaca dan menulis. Tinggal bagaimana gerakan ini dijalankan secara masif, terstruktur, dan berkelanjutan.

Berangkat dari Gerakan Literasi Nasional, langkah tercepat dan paling efektif memang dimulai dari sekolah. Literasi tidak harus selalu dimulai dari program besar yang rumit, tetapi dari kebiasaan sederhana yang dilakukan terus-menerus.

Salah satu contoh praktik baik adalah gerakan Jakarta Membaca Buku (JakRead Book). Program ini menghadirkan perpustakaan digital yang dapat diakses oleh siswa dan guru. Melalui sistem digital, aktivitas membaca dapat terpantau secara otomatis: siapa yang membaca, berapa lama waktu membaca, dan berapa banyak buku yang diakses. Data ini tidak hanya memudahkan evaluasi, tetapi juga dapat menjadi motivasi dengan menghadirkan penghargaan bagi siswa yang gemar membaca.

Model seperti ini menunjukkan bahwa literasi bisa dikelola dengan pendekatan yang relevan dengan zaman. Teknologi bukan musuh literasi, justru bisa menjadi alat untuk menumbuhkan budaya baca jika digunakan dengan tepat.

Inilah salah satu jalan untuk meningkatkan budaya gemar membaca di Indonesia. Literasi bukan sekadar program, tetapi ekosistem. Ketika sekolah bergerak, guru terlibat, siswa terbiasa, dan sistem mendukung, maka mimpi Indonesia berliterasi bukan lagi sekadar slogan, melainkan kenyataan yang sedang dibangun bersama.

Komentar