Islam mengajarkan bahwa ibadah tidak terbatas pada aktivitas di masjid seperti shalat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an. Setiap amal yang dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah dan sesuai syariat dapat bernilai ibadah, termasuk bekerja mencari nafkah halal untuk keluarga. Allah Ta’ala berfirman:
“Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu.”
(QS. At-Taubah: 105)
Rasulullah ο·Ί juga bersabda bahwa mencari rezeki yang halal adalah bagian dari amal mulia. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa seseorang yang bersusah payah bekerja untuk menafkahi keluarganya berada di jalan Allah (HR. Thabrani).
Memahami bahwa bekerja adalah ibadah akan melahirkan sikap amanah, jujur, dan bertanggung jawab. Seorang pegawai tidak akan menyia-nyiakan waktu kerja, pedagang tidak akan curang dalam timbangan, dan karyawan tidak akan memalsukan laporan. Semua dilakukan dengan kesadaran bahwa Allah Maha Melihat setiap amal.
Dengan menjadikan pekerjaan sebagai ibadah, hidup seorang Muslim menjadi lebih bermakna—bukan hanya produktif di dunia, tetapi juga bernilai pahala di akhirat.

Komentar