“Allah mengetahui rasa sakitmu, maka bersabarlah. Sesungguhnya Allah sedang menyiapkan kebahagiaan untukmu.”
Dalam kehidupan, setiap hamba pasti pernah merasakan luka, kecewa, dan kesedihan. Namun Islam mengajarkan bahwa tidak ada satu pun air mata yang jatuh tanpa sepengetahuan Allah. Allah berfirman:
“Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah: 155)
Ayat ini menegaskan bahwa ujian bukanlah tanda kebencian Allah, melainkan jalan menuju kebaikan yang lebih besar. Rasa sakit yang kita alami adalah bagian dari proses pemurnian iman dan kedewasaan jiwa.
Rasulullah ο·Ί bersabda:
“Tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, kegundahan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini memberi harapan bahwa setiap penderitaan memiliki nilai di sisi Allah. Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi tetap berikhtiar sambil menjaga keyakinan bahwa pertolongan Allah itu dekat.
Allah juga menenangkan hati hamba-Nya dengan firman-Nya:
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
(QS. Al-Insyirah: 6)
Maka, ketika luka terasa berat, ingatlah bahwa Allah Maha Mengetahui. Jika hari ini adalah ujian, bisa jadi esok adalah hadiah. Tugas kita adalah bersabar, berdoa, dan terus berharap, karena kebahagiaan yang Allah siapkan selalu datang pada waktu yang paling tepat. πΏ


Komentar