Air Itu Hidup dan Merespons Kebaikan
Air bukan sekadar benda mati. Ia adalah sumber kehidupan yang diciptakan Allah dan menjadi bagian terbesar dari tubuh manusia. Karena itu, apa yang kita ucapkan dan dengarkan sejatinya juga “mengalir” dalam diri kita.
Seorang peneliti asal Jepang, Masaru Emoto, pernah melakukan eksperimen tentang air. Dalam penelitiannya, air yang diperdengarkan kata-kata baik, doa, dan bacaan Al-Qur’an, menunjukkan bentuk kristal yang indah dan simetris ketika dibekukan. Sebaliknya, air yang diperdengarkan kata-kata kasar, makian, atau suara yang penuh amarah, membentuk kristal yang acak dan tidak beraturan.
Meski penelitian ini menuai pro dan kontra di dunia akademik, pesan moralnya sangat dalam:
kata-kata memiliki pengaruh, dan energi kebaikan membawa keindahan.
Dalam Islam, hal ini sejalan dengan firman Allah:
“Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup.”
(QS. Al-Anbiya: 30)
Rasulullah ﷺ pun mengajarkan agar lisan dijaga, karena ucapan bukan sekadar suara, tetapi doa—baik atau buruk.
Jika air saja dapat “merespons” kebaikan, apalagi hati manusia.
Jika air menjadi indah karena Al-Qur’an, maka jiwa manusia akan jauh lebih hidup ketika dekat dengan kalam Allah.
Maka biasakan:
- Membaca Al-Qur’an
- Mengucapkan kata-kata baik
- Menghindari lisan yang kotor dan merusak
Karena kebaikan tidak pernah berhenti pada ucapan—ia membentuk jiwa, menenangkan hati, dan menghidupkan kehidupan.

Komentar