Toleransi Rosulullah Terhadap agama lain

 Ngaji Rutin Ahad Pagi di masjid Firdaus Madiun 
Rasulullah ﷺ dan Seni Hidup Berdampingan dalam Perbedaan





Islam memang agama yang sangat menjunjung tinggi toleransi, dan Rasulullah ﷺ telah memberi contoh nyata, bukan sekadar teori. Berikut beberapa teladan toleransi Rasulullah ﷺ yang paling kuat dan relevan:

🌿 1. Menghormati Non-Muslim

Rasulullah ﷺ hidup berdampingan dengan Yahudi, Nasrani, dan kaum musyrik di Madinah. Beliau tidak memaksa mereka masuk Islam.

📖 “Tidak ada paksaan dalam agama.”
(QS. Al-Baqarah: 256)

🌿 2. Berdiri Menghormati Jenazah Yahudi

Suatu hari, jenazah seorang Yahudi lewat di hadapan Rasulullah ﷺ. Beliau berdiri sebagai bentuk penghormatan. Ketika sahabat bertanya, beliau menjawab:

“Bukankah ia juga manusia?”
(HR. Bukhari dan Muslim)

➡️ Ini menunjukkan Islam menghormati martabat kemanusiaan, tanpa melihat agama.

🌿 3. Memaafkan Musuh saat Fathu Makkah

Saat penaklukan Makkah, Rasulullah ﷺ memiliki kuasa penuh untuk membalas orang-orang yang dulu menyiksa beliau. Namun beliau berkata:

“Pergilah kalian, kalian bebas.”
(HR. Baihaqi)

➡️ Ini adalah puncak toleransi, kasih sayang, dan pengendalian diri.

🌿 4. Menjaga Hak Tetangga Berbeda Agama

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa menyakiti tetangganya, maka ia bukan orang beriman.”
(HR. Ahmad)

Hadis ini bersifat umum, termasuk tetangga non-Muslim.

🌿 5. Piagam Madinah: Konstitusi Toleransi

Rasulullah ﷺ menyusun Piagam Madinah, yang menjamin:

  • Kebebasan beragama
  • Perlindungan hak setiap kelompok
  • Hidup damai dan saling menjaga keamanan

➡️ Ini bukti Islam membangun toleransi secara sistematis dan beradab.

✨ Kesimpulan

Islam bukan hanya mengajarkan toleransi, tetapi mencontohkannya melalui akhlak Rasulullah ﷺ:

  • Menghormati perbedaan
  • Menjaga kemanusiaan
  • Mengedepankan kasih sayang
  • Menolak kekerasan dan pemaksaan



Komentar