Sholat dalam Islam bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga sarana penyucian jiwa dan penjaga kesehatan tubuh. Setiap gerakan sholat—mulai dari niat, takbir, berdiri, rukuk, sujud, hingga salam—mengandung hikmah yang selaras dengan kebutuhan fisik dan mental manusia.
Gerakan sholat dilakukan secara teratur, seimbang, dan penuh ketenangan. Rukuk membantu melenturkan tulang belakang dan otot punggung. Duduk di antara dua sujud melancarkan peredaran darah. Adapun sujud adalah gerakan paling sempurna, di mana kepala berada lebih rendah dari jantung sehingga aliran darah dan oksigen menuju otak menjadi lebih optimal. Inilah sebabnya sholat menjadikan tubuh lebih segar, pikiran jernih, dan hati tenteram.
Namun, sujud bukan sekadar gerakan fisik. Sujud adalah titik nol kesombongan manusia, simbol ketundukan dan kepasrahan total kepada Allah SWT. Allah menegaskan perintah sujud dalam wahyu pertama yang turun, yakni Surat Al-‘Alaq (Iqra’):
كَلَّا لَا تُطِعْهُ ۖ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ
“Sekali-kali jangan! Janganlah engkau patuh kepadanya; sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Allah).
(QS. Al-‘Alaq: 19)
Ayat ini menunjukkan bahwa kedekatan seorang hamba dengan Allah dicapai melalui sujud, saat manusia benar-benar merendahkan diri di hadapan-Nya.
Allah SWT juga berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah kamu, sujudlah kamu, dan sembahlah Tuhanmu serta berbuatlah kebaikan agar kamu beruntung.”
(QS. Al-Hajj: 77)
Rasulullah ﷺ menegaskan keutamaan sujud dalam hadits yang masyhur:
“Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa.”
(HR. Muslim)
Selain itu, sholat juga memiliki dampak besar dalam membentuk kepribadian dan kesehatan mental. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
(QS. Al-‘Ankabut: 45)
Dengan demikian, sholat adalah ibadah yang menyempurnakan manusia secara utuh: menyehatkan badan melalui gerakan, menenangkan pikiran melalui dzikir, dan menguatkan hati melalui iman dan kepasrahan.
Jika sholat ditegakkan dengan khusyuk dan istiqamah, maka ia menjadi sumber kesehatan, ketenangan, dan keselamatan hidup di dunia serta akhirat.
Komentar