Kita telah berusaha, namun Allah berkehendak lain.

 


 
 “Ketika Ikhtiar Bertemu Takdir: Catatan Sunyi di Balik Festival Jakarta Panen Buku”

Festival Jakarta Panen Buku telah usai dengan gegap gempita. Acara ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Jakarta, Bapak Pramono Anung, dan menjadi momentum penting bagi dunia literasi di ibu kota.

Namun di balik kemeriahan itu, masih tersisa kegelisahan. Persiapan dan perjuangan para kabinet literasi dari sekolah-sekolah belum sepenuhnya mendapatkan ruang dan perhatian untuk benar-benar berkiprah di panggung Festival Jakarta Panen Buku. Padahal, sedianya momentum ini ingin kami sampaikan secara utuh kepada Bapak Gubernur: bahwa ratusan bahkan ribuan karya buku telah lahir dari tangan pelajar Jakarta.

Karya-karya tersebut belum mendapatkan perhatian sebagaimana harapan para pegiat literasi. Para pelajar sejatinya ingin buku-buku hasil jerih payah mereka dapat dinikmati oleh seluruh warga Jakarta, menjadi bacaan bersama, dan tumbuh sebagai kebanggaan kota ini.

Mudah-mudahan ada hikmah besar di balik semua ini. Semoga para pegiat literasi Jakarta tidak lelah untuk terus bergerak, bertahan, dan bertanya. Terus menyalakan obor literasi, hingga pada akhirnya mampu mengetuk hati masyarakat Jakarta untuk membaca dan membeli buku-buku karya para pelajar Jakarta sendiri.

Karena dari tangan merekalah, masa depan peradaban kota ini sedang ditulis. Mimpi kalian untuk mewujudkan "Jakarta Kota Literasi Dunia" tetap menyala, bahkan dengan ujian ini semakin tertantang untuk meraihnya.

Kabinet NOAC Jakarta tetap semangat.... ditunggu ide ide gila untuk memasyarakatkan karya kalian. 


Komentar