Amalan Sunyi di Tengah Kesulitan Besar

 


Dalam perjalanan hidup, ada masa ketika kesulitan terasa begitu tinggi hingga orang lain berkata, “Mustahil.” Pada saat seperti itulah seorang mukmin tidak hanya mengandalkan usaha lahiriah, tetapi juga menguatkan ikhtiar batin melalui amalan-amalan yang sering ditinggalkan manusia.

Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa kedekatan dengan Allah bukan dibangun dari keramaian pujian, tetapi dari keikhlasan amal. Ketika kebanyakan manusia terlelap dalam tidur, shalat tahajud menjadi jalan sunyi bagi hamba yang ingin pertolongan Rabb-nya. Allah berfirman:

“Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
(QS. Al-Isra’: 79)

Demikian pula saat banyak orang sibuk menikmati makanan dan kenikmatan dunia, puasa sunnah menjadi bentuk pengendalian diri dan ketundukan kepada Allah. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Puasa adalah perisai.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Amalan-amalan yang jarang dilakukan inilah yang sering menjadi kunci pembuka pertolongan Allah. Bukan karena amal itu semata, tetapi karena keikhlasan, kesabaran, dan ketergantungan penuh kepada-Nya. Allah menegaskan:

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
(QS. At-Talaq: 2–3)

Maka ketika manusia berkata “tidak mungkin”, jadikan malam sebagai saksi sujudmu dan lapar sebagai doa panjangmu. Sebab Allah mampu memberikan sesuatu yang tidak Dia berikan kepada manusia biasa, kepada hamba yang memilih jalan sunyi namun penuh cahaya iman.


Komentar