Social Icons

http://www.youtube.com/user/MrEdysiswanto?

Rabu, Februari 04, 2009

Laptop Murah

Kita tidak bisa membayangkan bagaimana harga laptop bisa sampai Rp.120.000. Kalau hal itu terjadi, wauu... anak didik kita dengan bangganya  nenteng laptop ke sekolah. Apalagi kalau sekolah sudah hot spot, peserta didik dengan asyiknya membuka laptop mencari materi pelajaran untuk memenuhi tugas.

Negara India memang hebat. Berita yang mencengangkan ketika mendapatkan devisa ratusan trilyun dari warganya yang bekerja di luar negeri. Mereka berhasil meningkatkan kualitas SDM, sehingga jika bekerja di manca negara mereka sebagai tenaga ahli, bukannya seperti SDM kita yang bisanya hanya sebagai pembantu rumah tangga.

Dan hari ini berita yang sangat mengejutkan bahwa "Sejak dua tahun belakangan, pemerintah India menggaungkan perpanjangan proyek One Laptop Per Child (OLPC) dari Massachusetts Institute of Technology Amerika Serikat. Yaitu, program yang berusaha menghadirkan laptop murah bagi anak-anak di negara berkembang" (Jawa Pos, 4 Januari 2009).

Bagaimana dnegan kita???? Gurunya saja untuk mempunyai sebuah laptop harus berurusan dengan koperasi. Boro-boro muridnya.......

Seandainya Laptop Rp.120.000  Sejak dini ia akan tidak Gaptek.

2 komentar:

Krisdityapraja mengatakan...

Barangkali Bangsa kita masih membudayakan budaya materil...alias orang yang kaya secara harta yang dihargai sekalipun hasil korupsi...jadi belum ke taraf budaya mental dan visi ke depan.

Oh ya sekarang nulis alamat blog dah bener..tadi saya klik langsung ke sini..nggak kayak kemarin.

Kalau cari duit di internet..banyak panduan yang telah dibuat orang...ketik aja di ggogle...make money online....atau mampir ke http://posnewblogger.blogspot.com

Dyah mengatakan...

Laptop Murah jadi impian anak-anak. Pak, tadi pagi aku mencoba tanya pada anak-anak kelas 9 asuhan saya, 90 % mereka membawa HP dan harga termurah Rp.300.000,- dan termahal Rp. 3.000.000,- dan uang sakunya seiap hari rata-rata Rp.2000,-. kalau harga laptop Rp. 120.000,- berarti cukup dua bulan tidak diberi uang saku punya laptop mereka, dan yang miskin di subsidi dari BOS kan beres itu kalau Indonesia menangani pendidikan dengan benar. seharusnya kita bisa .. kita bisa ... positif thinking .....