Presiden Disadap Bawahan Sendiri: Lucu, Ironis, dan Kurang Ajar!


Bagaimana mungkin seorang presiden, pemimpin tertinggi sebuah negara, justru diduga menjadi sasaran penyadapan oleh orang-orang di bawahnya sendiri?

Kalau benar terjadi, ini bukan sekadar lucu, tetapi juga memalukan dan mencederai etika pemerintahan. Bawahan seharusnya membantu, melindungi, dan menjaga kepercayaan pemimpinnya, bukan diam-diam melakukan tindakan yang justru merusak hubungan kerja.

Dalam sebuah pemerintahan, loyalitas bukan berarti harus selalu setuju. Kritik boleh, perbedaan pendapat harus dihargai, tetapi pengkhianatan terhadap kepercayaan adalah persoalan serius.

**Jabatan boleh di bawah presiden, tetapi jangan sampai akal sehat dan adab juga berada di bawah.**

Negara ini membutuhkan pejabat yang berintegritas, bukan pejabat yang sibuk mengawasi atasannya sendiri dengan cara yang tidak semestinya.

Sebab, ketika kepercayaan hilang di lingkaran kekuasaan, yang dipertaruhkan bukan hanya hubungan presiden dan bawahannya, melainkan kehormatan pemerintahan dan kepercayaan rakyat.


Komentar