DI UJUNG KEHIDUPAN, RASULULLAH ﷺ MASIH MENGINGAT UMATNYA”

 Jibril tak tega melihat kekasihnya dipanggil Allah SWT 


SAAT RASULULLAH ﷺ MENINGGALKAN DUNIA, UMAT TETAP DALAM INGATAN BELIAU

Hari wafat ﷺ adalah salah satu hari paling berat bagi umat Islam. Rasulullah ﷺ wafat pada usia 63 tahun setelah menyampaikan risalah, membimbing umat, dan menyempurnakan amanah kenabian.

Al-Qur’an menggambarkan betapa besar kasih sayang beliau kepada umat:

“Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan terhadap orang-orang mukmin sangat penyantun dan penyayang.”
(QS. At-Taubah: 128)

Bahkan menjelang wafatnya, Rasulullah ﷺ masih menunjukkan perhatian kepada umatnya. Dalam hadis sahih, beliau berdoa:

“Ya Allah, umatku…”

Rasulullah ﷺ juga mengingatkan umat agar menjaga shalat dan memperlakukan orang-orang yang berada dalam tanggungannya dengan baik.

Rasulullah ﷺ sangat mencintai umatnya. Allah sendiri menyebut beliau sebagai ra’ufur rahim—sangat penyantun dan penyayang kepada orang-orang beriman.

Maka, kecintaan kita kepada Rasulullah ﷺ jangan hanya dengan mengenang wafatnya, tetapi dengan menghidupkan sunnahnya, memperbanyak shalawat, membaca Al-Qur’an, menjaga shalat, dan mengikuti akhlaknya.

Semoga Allah mempertemukan kita dengan Rasulullah ﷺ di telaga Al-Kautsar dan memberikan syafaat beliau pada hari kiamat.

اللهم صل وسلم على نبينا محمد ﷺ

Komentar