Menghidupkan Kembali SPG: Membangun Guru yang Disiplin dan Berakhlak
Pendidikan kita perlu kembali memikirkan pentingnya Sekolah Pendidikan Guru (SPG) pada tingkat menengah sebagai salah satu upaya menyiapkan calon guru sejak dini. Dahulu, SPG dikenal memiliki pembinaan yang kuat, terutama dalam kedisiplinan, tanggung jawab, ketertiban, dan kerapian. Dari ujung rambut sampai kaki diperhatikan agar calon guru memiliki kepribadian yang baik dan menjadi teladan bagi peserta didiknya.
Dalam Islam, kedisiplinan dan tanggung jawab merupakan bagian penting dari kehidupan seorang muslim. Allah SWT berfirman:
«“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al-Baqarah: 195)»
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
«“Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.”
(HR. Muslim)»
Kerapian bukan sekadar penampilan, tetapi bagian dari pembentukan karakter. Guru yang disiplin akan lebih mudah menanamkan kedisiplinan kepada murid. Guru yang berakhlak akan menjadi contoh nyata bagi generasi yang dididiknya.
Karena itu, menghidupkan kembali pendidikan calon guru di tingkat menengah dengan kurikulum yang memadukan ilmu pengetahuan, keterampilan mengajar, kedisiplinan, akhlak, dan keteladanan patut menjadi bahan pemikiran. Sebab, membangun pendidikan yang berkualitas harus dimulai dari membangun guru yang berkualitas dan berkarakter.
Guru hebat bukan hanya yang pandai mengajar, tetapi juga yang mampu menjadi teladan dalam ilmu, disiplin, akhlak, dan kehidupan.


Komentar