Pendidikan Indonesia: Dibunuh dari Dalam

 


Kemunduran pendidikan tidak selalu terjadi karena kurangnya anggaran atau fasilitas. Banyak yang berpendapat bahwa perubahan kebijakan yang terjadi selama puluhan tahun justru melemahkan fondasi pendidikan dari dalam.

Penghapusan sekolah kejuruan tertentu seperti SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama), ST (Sekolah Teknik), SPG (Sekolah Pendidikan Guru), SGO (Sekolah Guru Olahraga), dan beberapa sekolah kejuruan lainnya mengubah arah pendidikan. Di sisi lain, kebijakan yang semakin mengurangi kemungkinan siswa tinggal kelas, penilaian yang cenderung lebih longgar, serta pembatasan bentuk sanksi pendidikan kepada siswa juga dinilai sebagian kalangan ikut memengaruhi budaya belajar.

Akibatnya, muncul kekhawatiran bahwa semangat belajar, disiplin, tanggung jawab, dan daya saing peserta didik semakin menurun. Padahal, pendidikan yang baik tidak hanya mengejar angka kelulusan, tetapi juga membentuk karakter, kompetensi, dan kemampuan menghadapi tantangan zaman.

Perbaikan pendidikan memerlukan evaluasi yang jujur terhadap kebijakan-kebijakan yang telah diterapkan. Tujuannya bukan untuk kembali ke masa lalu, melainkan membangun sistem pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan mampu melahirkan generasi yang unggul serta siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Komentar