"Semakin kamu menyerahkan semua urusanmu kepada Allah, maka semakin tenang hatimu."
Kalimat ini sejalan dengan ajaran Islam tentang tawakal, yaitu bersandar dan mempercayakan segala urusan kepada Allah setelah melakukan ikhtiar terbaik. Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan bekerja dengan sungguh-sungguh lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah Yang Maha Mengatur.
Allah berfirman:
"Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertawakal." (QS. Ali 'Imran: 159)
Ayat ini mengajarkan bahwa setelah berusaha dan mengambil keputusan, seorang mukmin hendaknya menyerahkan hasilnya kepada Allah. Dengan demikian, hati tidak mudah gelisah oleh hal-hal yang berada di luar kendalinya.
Allah juga berfirman:
"Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya)." (QS. Ath-Thalaq: 3)
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya Allah akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung; pagi hari keluar dalam keadaan lapar dan sore hari pulang dalam keadaan kenyang." (HR. Tirmidzi)
Hadis ini menunjukkan bahwa tawakal harus disertai usaha. Burung tidak berdiam diri di sarangnya, tetapi tetap terbang mencari rezeki. Begitu pula seorang Muslim, ia berusaha dengan sungguh-sungguh sambil meyakini bahwa Allah adalah sebaik-baik Penolong.
Ketenangan hati tidak selalu datang karena semua masalah selesai, tetapi karena kita yakin bahwa Allah mengatur segala sesuatu dengan penuh hikmah. Saat hati bersandar kepada-Nya, kekhawatiran berubah menjadi harapan, dan kesulitan terasa lebih ringan untuk dijalani.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang bertawakal, sehingga hati senantiasa tenang, sabar dalam ujian, dan yakin bahwa setiap ketentuan-Nya adalah yang terbaik. Aamiin. 🌿

Komentar