Dalam hidup, kita sering sibuk melihat kekurangan orang lain hingga lupa memperbaiki diri sendiri. Padahal, Islam mengajarkan bahwa orang yang beruntung adalah mereka yang terus memperbaiki hati, akhlak, dan amalnya setiap hari. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra’d: 11)
Ayat ini mengajarkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari diri sendiri. Fokuslah memperbaiki akhlak, memperbaiki ibadah, dan memperbaiki niat karena Allah SWT. Jangan sibuk mencari kesalahan orang lain, tetapi ambillah pelajaran dari sifat buruk manusia agar kita tidak terjatuh pada kesalahan yang sama.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya.”
(HR. Abu Dawud)
Artinya, kita bisa belajar dari orang lain, baik dari kebaikannya untuk diteladani maupun dari keburukannya untuk dihindari. Bahkan dari kesalahan diri sendiri, seorang mukmin belajar untuk menjadi lebih baik dan lebih rendah hati.
Berbuat baik tidak harus selalu diketahui manusia. Sebab manusia sering menilai hanya dari apa yang tampak, sedangkan Allah mengetahui isi hati dan ketulusan seseorang. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian.”
(HR. Muslim)
Karena itu, jangan lelah menjadi baik meski tidak dipuji manusia. Cukuplah Allah yang mengetahui perjuangan kita. Sebab kebaikan yang ikhlas akan bernilai mulia di sisi-Nya, meskipun tidak terlihat di mata manusia.

Komentar