Menjadi Baik Sebelum Datangnya Kematian

 





Kematian adalah rahasia Allah yang tidak pernah diketahui kapan datangnya. Ia tidak menunggu seseorang selesai memperbaiki diri, tidak pula memberi tanda kapan akan menjemput. Karena itu, Islam mengajarkan agar setiap Muslim segera bertaubat dan memperbanyak amal saleh sebelum terlambat.

Allah SWT berfirman:

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.”
(QS. Ali ‘Imran: 185)

Ayat ini mengingatkan bahwa kematian adalah kepastian bagi seluruh manusia. Yang membedakan hanyalah bagaimana keadaan seseorang saat ajal datang: apakah dalam kebaikan atau kelalaian.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, mudamu sebelum tuamu, dan kayamu sebelum fakirmu.”
(HR. Al-Hakim)

Hadits ini mengajarkan agar kita tidak menunda untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Banyak orang berkata, “Nanti kalau sudah tua saya akan rajin ibadah,” padahal tidak ada jaminan usia akan sampai ke masa tua.

Menjadi baik bukan berarti harus sempurna, tetapi terus berusaha memperbaiki diri, menjaga shalat, memperbanyak sedekah, berkata jujur, dan menjaga hati dari iri serta dengki. Sebab sebaik-baik manusia adalah yang paling bertakwa dan paling bermanfaat bagi orang lain.

Jangan menunggu kematian untuk sadar, tetapi sadarilah bahwa kematian bisa datang kapan saja. Maka, jadilah orang baik mulai hari ini, agar ketika ajal tiba, kita sedang berada di jalan yang diridhai Allah.

Semoga Allah menutup usia kita dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin.

Komentar