Nasihat Adalah Bentuk Cinta, Bukan Merasa Paling Suci
Dalam kehidupan, terkadang kita sulit menerima nasihat karena melihat siapa yang menyampaikan. Padahal, bisa jadi Allah menghadirkan nasihat melalui orang yang pernah jatuh dalam kesalahan agar kita tidak mengulang dosa yang sama.
Islam mengajarkan bahwa nasihat adalah tanda kasih sayang. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Agama itu adalah nasihat.”
(HR. Muslim)
Artinya, seorang Muslim yang peduli kepada saudaranya akan berusaha mengingatkan dalam kebaikan, bukan untuk merendahkan, tetapi agar saudaranya selamat dari keburukan.
Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.”
(QS. Adz-Dzariyat: 55)
Seseorang yang menasihati bukan berarti ia paling sempurna. Bisa jadi ia pernah terluka karena kesalahannya sendiri, lalu tidak ingin orang lain merasakan penyesalan yang sama. Karena itu, jangan sibuk melihat kekurangan pemberi nasihat, tetapi lihatlah kebenaran dari isi nasihatnya.
Imam Hasan Al-Bashri pernah berkata,
"Semoga Allah merahmati seseorang yang menunjukkan aib-aib kami kepada kami."
Nasihat yang tulus lahir dari hati yang peduli. Maka, jika ada yang mengingatkanmu dalam kebaikan, terimalah dengan lapang dada. Sebab bisa jadi itu adalah bentuk cinta Allah kepadamu melalui lisan hamba-Nya.


Komentar