ٱلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ibadah qurban bukan sekadar menyembelih hewan, membagikan daging, atau meramaikan suasana Iduladha. Lebih dari itu, qurban adalah simbol ketaatan dan ketakwaan seorang hamba kepada Allah سبحانه وتعالى.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.” (QS. Al-Hajj: 37)
Ayat ini menegaskan bahwa inti qurban bukan terletak pada banyaknya hewan atau besarnya nilai materi, melainkan pada keikhlasan hati dan ketundukan kepada Allah. Sebagaimana Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang rela mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya demi menjalankan perintah Rabb-nya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr (Iduladha) yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah (hewan qurban).” (HR. Tirmidzi)
Qurban juga mengajarkan kepedulian sosial. Dalam daging qurban terdapat hak fakir miskin, tetangga, dan saudara yang membutuhkan. Allah memerintahkan agar sebagian daging dimakan dan sebagian lainnya dibagikan kepada orang lain sebagai bentuk syukur dan kasih sayang antarsesama.
Orang yang berqurban sejatinya sedang belajar:
- mengalahkan sifat cinta dunia,
- menumbuhkan keikhlasan,
- memperkuat rasa syukur,
- dan mendekatkan diri kepada Allah.
Maka jangan hanya menyembelih hewan, tetapi sembelih pula kesombongan, sifat kikir, riya’, dan cinta dunia yang berlebihan di dalam hati kita.
Semoga ibadah qurban kita menjadi jalan hadirnya ketakwaan, keberkahan rezeki, serta penghapus dosa-dosa kita.
“Sesungguhnya Allah hanya menerima amal dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Ma’idah: 27)
Ya Allah, terimalah amal ibadah kami, lapangkan rezeki kami, sehatkan tubuh kami, lembutkan hati kami, dan istiqamahkan langkah kami di jalan-Mu. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🤲

Komentar