Doa: Cahaya yang Membuka Pagi dan Menutup Malam
Doa adalah nafasnya seorang mukmin. Ia bukan sekadar rangkaian kata, tetapi bentuk ketundukan, harapan, dan hubungan yang hidup antara hamba dengan Rabb-nya. Sangat indah ketika hari kita dimulai dengan doa, dan ditutup kembali dengan doa.
Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
"Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagimu." (QS. Ghafir: 60).
Ayat ini menegaskan bahwa doa bukan hanya ibadah, tetapi juga janji dari Allah akan perhatian dan jawaban-Nya.
Rasulullah ﷺ juga memberi teladan bagaimana doa menjadi pembuka dan penutup aktivitas harian. Saat pagi hari, beliau membaca doa sebagai bentuk syukur atas kehidupan yang diberikan kembali:
"Ya Allah, dengan rahmat-Mu kami memasuki pagi, dan dengan rahmat-Mu kami memasuki petang..." (HR. Abu Dawud).
Begitu pula saat malam tiba, Rasulullah ﷺ menutup hari dengan doa, memohon perlindungan dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah sebelum tidur. Ini menunjukkan bahwa seorang mukmin tidak pernah lepas dari mengingat Allah, baik di awal maupun akhir harinya.
Memulai pagi dengan doa akan menanamkan harapan dan keberkahan dalam setiap langkah. Menutup malam dengan doa akan menghadirkan ketenangan, menghapus kegelisahan, dan memperkuat tawakal kepada Allah.
Maka, jadikan doa sebagai rutinitas yang menghidupkan hati. Saat mata terbuka di pagi hari, ingatlah Allah. Dan ketika mata hendak terpejam di malam hari, kembalilah kepada-Nya dengan doa. Di situlah letak ketenangan sejati—hidup yang diawali dan diakhiri dengan mengingat Allah.

Komentar