Dunia yang kita jalani ini sering kali membuat manusia terlena. Harta, jabatan, dan kenikmatan dunia kadang membuat seseorang merasa paling beruntung ketika mendapatkannya, dan merasa sangat sedih ketika kehilangannya. Padahal, jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat, dunia ini hanyalah sesuatu yang sangat kecil.
Rasulullah ﷺ pernah menggambarkan betapa kecilnya dunia dibandingkan akhirat. Dalam sebuah hadits beliau bersabda:
"Perbandingan dunia dengan akhirat adalah seperti seseorang yang memasukkan jarinya ke laut, maka hendaklah ia melihat apa yang dibawa oleh jarinya itu."
(HR. Muslim)
Hadits ini mengajarkan bahwa seluruh kenikmatan dunia hanyalah seperti setetes air yang menempel di jari, sedangkan akhirat adalah lautan yang sangat luas. Karena itu, ketika kita tidak mendapatkan sesuatu di dunia, jangan terlalu bersedih. Apa yang tidak kita dapatkan hanyalah bagian kecil dari kehidupan yang fana.
Allah SWT juga mengingatkan dalam Al-Qur'an:
"Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu."
(QS. Al-Hadid: 20)
Ayat ini mengajarkan bahwa dunia hanyalah tempat sementara, bukan tujuan akhir. Oleh karena itu, seorang mukmin seharusnya tidak terlalu larut dalam kesedihan karena kehilangan dunia, dan tidak pula sombong ketika mendapatkannya.
Sikap terbaik adalah menjadikan dunia sebagai ladang amal untuk kehidupan yang kekal di akhirat. Harta dijadikan sarana bersedekah, jabatan digunakan untuk menegakkan keadilan, dan waktu dipakai untuk beribadah kepada Allah SWT.
Maka ingatlah, dunia hanyalah setetes air. Jika tidak mendapatkannya, jangan terlalu bersedih. Jika mendapatkannya, jangan pula terlalu bangga. Sebab yang paling berharga bukanlah setetes dunia, tetapi samudra kebahagiaan di akhirat.

Komentar