Antara Kemuliaan dan Kehinaan: Pilihan Hidup Seorang Manusia”
Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling mulia dan sempurna dibanding makhluk lainnya. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman:
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
(QS. At-Tin: 4)
Manusia diberi akal, hati, dan petunjuk wahyu agar mampu membedakan antara yang benar dan yang salah. Inilah yang membedakan manusia dari makhluk lain. Malaikat diciptakan dari cahaya dan selalu taat kepada Allah, sedangkan manusia diberi pilihan: taat atau maksiat.
Namun ketika manusia tidak menggunakan akalnya, tidak mau mengikuti petunjuk Allah, bahkan tenggelam dalam hawa nafsu dan kezaliman, maka derajatnya bisa jatuh lebih rendah dari binatang. Allah mengingatkan dalam Al-Qur’an:
“Mereka itu seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”
(QS. Al-A’raf: 179)
Binatang hanya mengikuti naluri dan tidak dibebani kewajiban. Sedangkan manusia diberi akal dan petunjuk, tetapi jika tetap memilih jalan keburukan, maka ia lebih hina daripada binatang.
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan bahwa kemuliaan manusia terletak pada akhlak dan ketakwaannya. Beliau bersabda:
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, manusia yang menjaga iman, akhlak, dan ketaatan kepada Allah akan diangkat derajatnya. Tetapi manusia yang mengikuti hawa nafsu tanpa batas dapat jatuh pada kehinaan.
Maka jagalah iman, akhlak, dan ketaatan kita kepada Allah, agar kemuliaan sebagai manusia tetap terjaga dan tidak jatuh lebih rendah dari binatang.


Komentar