Jangan Terlalu Memuji Manusia, Pujilah Allah Sang Pemberi Segala Nikmat”

 


Memuji Allah, Sumber Segala Kebaikan

Seringkali manusia memuji sesamanya karena kebaikan, bantuan, atau jasa yang telah diberikan. Namun sejatinya, ketika kita memuji manusia, hakikatnya kita sedang memuji Allah sebagai sumber dari segala kebaikan. Karena tidak ada yang lebih banyak memberi nikmat kepada kita selain Allah سبحانه وتعالى.

Dalam Al-Qur’an Allah berfirman:

“Dan segala nikmat yang ada pada kamu adalah dari Allah.”
(QS. An-Nahl: 53)

Ayat ini mengingatkan bahwa semua kebaikan yang kita rasakan, baik melalui keluarga, sahabat, ataupun orang lain, pada hakikatnya berasal dari Allah. Manusia hanyalah perantara dari rahmat dan kasih sayang-Nya.

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan agar kita senantiasa memuji Allah dalam setiap keadaan. Dalam sebuah hadits beliau bersabda:

“Sesungguhnya Allah ridha kepada seorang hamba yang makan lalu memuji-Nya, dan minum lalu memuji-Nya.”
(HR. Muslim)

Ini menunjukkan bahwa pujian kepada Allah bukan hanya ketika mendapatkan nikmat besar, tetapi juga dalam perkara kecil sehari-hari. Dengan memuji Allah, hati menjadi lebih bersyukur dan terhindar dari kesombongan kepada sesama manusia.

Allah juga Maha Lembut dan Maha Penyayang kepada hamba-Nya. Dia menutupi dosa-dosa kita, memberikan rezeki tanpa henti, serta membuka pintu taubat setiap saat. Tidak ada manusia yang mampu memberi dengan kelembutan dan kesabaran seperti Allah memberi kepada hamba-Nya.

Maka ketika kita melihat kebaikan dari seseorang, jangan berhenti pada memuji manusia saja. Arahkan pujian itu kepada Allah dengan mengucapkan Alhamdulillah. Karena Dialah sumber segala nikmat, pemberi segala kebaikan, dan pemilik segala pujian.

Semoga hati kita selalu dipenuhi rasa syukur dan lisan kita senantiasa memuji Allah, Rabb yang paling banyak memberi dan paling lembut kepada hamba-Nya. Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin.

Komentar