Tangan di Atas Lebih Mulia: Semangat Memberi dalam Islam
Dalam sebuah hadits, ﷺ bersabda bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Maksudnya, tangan yang memberi lebih mulia daripada tangan yang meminta. Ini bukan sekadar ajakan sosial, tetapi prinsip hidup yang membentuk kemuliaan seorang mukmin.
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai; pada tiap-tiap tangkai ada seratus biji.”
(QS. Al-Baqarah: 261)
Ayat ini menegaskan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta, justru Allah melipatgandakannya dengan balasan yang tak terhingga. Bahkan dalam ayat lain Allah berjanji:
“Apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya.”
(QS. Saba’: 39)
Memberi bukan hanya soal materi, tetapi tentang kekuatan iman dan keteguhan hati. Rasulullah ﷺ juga bersabda, “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan kemandirian, tanggung jawab, dan semangat berbagi.
Adapun “tangan Allah adalah yang tertinggi” mengingatkan kita bahwa seluruh rezeki berasal dari Allah. Kita memberi karena Allah memberi kepada kita terlebih dahulu. Maka janganlah merasa lemah atau takut miskin ketika bersedekah. Justru kelemahan itu harus dilawan dengan keyakinan bahwa Allah Maha Kaya dan Maha Pemurah.
Sedekah membersihkan hati dari sifat kikir, menumbuhkan empati, serta membuka pintu keberkahan. Bahkan dalam hadits disebutkan bahwa sedekah dapat memadamkan murka Allah dan menolak bala.
Mari kita jadikan hidup ini penuh makna dengan menjadi tangan di atas — tangan yang ringan memberi, ikhlas berbagi, dan yakin bahwa setiap kebaikan akan kembali kepada kita dengan balasan yang lebih baik dari sisi Allah ﷻ.

Komentar