Rahasia Hati yang Tenang: Membalas Luka dengan Kebaikan”

 


🌳 Menjadi Seperti Pohon yang Berbuah: Dibalas Kebaikan Meski Dilempari Keburukan

Ungkapan, “Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya: hidup di tepi jalan dan dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah,” sejalan dengan ajaran Islam yang mulia. Seorang mukmin diajarkan untuk membalas keburukan dengan kebaikan, sebagaimana tuntunan dalam Al-Qur’an dan hadits Rasulullah ﷺ.

Allah ﷻ berfirman:

“Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antara kamu dan dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.”
(QS. , Fussilat: 34)

Ayat ini mengajarkan bahwa membalas keburukan dengan kebaikan bukanlah tanda kelemahan, melainkan kemuliaan akhlak. Seperti pohon yang tetap berbuah walau dilempari batu, seorang mukmin tetap menebar manfaat meski disakiti.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

“Bukanlah orang kuat itu yang menang dalam bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.”
(HR. )

Keteladanan Nabi ﷺ menunjukkan bagaimana beliau membalas kebencian dengan kasih sayang, bahkan kepada orang yang menyakitinya. Inilah akhlak tertinggi yang seharusnya kita teladani.

Selain itu, Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik:

“Dan berbuat baiklah, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. , Al-Baqarah: 195)

Maka, jadilah seperti pohon yang berbuah lebat: tetap memberi, tetap bermanfaat, tetap sabar. Karena setiap kebaikan yang kita tebarkan, walau dibalas keburukan, tidak akan pernah sia-sia di sisi Allah ﷻ.

Semoga kita termasuk hamba yang kuat, sabar, dan mulia akhlaknya. Aamiin.

Komentar