π Menapaki Jalan Ilmu, Menyusuri Jalan Menuju Surga
Rasulullah ο·Ί bersabda:
“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. )
Hadits ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan ilmu dalam Islam. Mencari ilmu bukan sekadar aktivitas duniawi, tetapi merupakan jalan ibadah yang mengantarkan seorang hamba menuju ridha Allah dan surga-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman dalam Al-Qur’an:
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadilah: 11)
Ayat ini menegaskan bahwa ilmu adalah sebab kemuliaan. Orang yang berilmu tidak hanya ditinggikan derajatnya di dunia karena manfaat dan hikmahnya, tetapi juga di akhirat karena ilmunya membimbing kepada ketaatan.
Dalam ayat lain, Allah berfirman:
“Katakanlah: Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”
(QS. Az-Zumar: 9)
Ilmu adalah cahaya. Dengan ilmu, seseorang mengenal Tuhannya, memahami syariat-Nya, dan mampu membedakan yang haq dan yang batil. Tanpa ilmu, ibadah bisa keliru, niat bisa menyimpang, dan langkah bisa tersesat.
Namun, ilmu yang dimaksud bukan sekadar pengetahuan dunia, melainkan ilmu yang mendekatkan diri kepada Allah — baik ilmu agama maupun ilmu yang membawa kemaslahatan umat. Niat yang ikhlas karena Allah adalah kunci utama agar perjalanan mencari ilmu benar-benar menjadi jalan menuju surga.
Maka, mari kita jadikan setiap langkah menuju majelis ilmu, setiap lembar yang kita baca, dan setiap ayat yang kita pelajari sebagai bagian dari perjalanan menuju surga. Karena sesungguhnya, jalan ilmu adalah jalan cahaya — dan cahaya itu menuntun kita menuju ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. πΏ
Komentar