Ketika Satu Pintu Tertutup, Pintu Lain Terbuka: Tetaplah Berusaha
Dalam perjalanan hidup, tidak semua yang kita rencanakan berjalan sesuai harapan. Ada saatnya pintu rezeki terasa tertutup, usaha belum membuahkan hasil, dan doa belum terlihat jawabannya. Namun sebagai seorang mukmin, kita diajarkan untuk yakin bahwa setiap kesulitan selalu diiringi kemudahan.
Allah ﷻ berfirman dalam Surah Al-Insyirah ayat 5–6:
“Fa inna ma’al ‘usri yusra. Inna ma’al ‘usri yusra.”
“Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
Ayat ini diulang dua kali sebagai penegasan bahwa tidak ada kesulitan yang berdiri sendiri. Di balik satu pintu yang tertutup, Allah telah menyiapkan pintu lain yang mungkin lebih baik, lebih luas, dan lebih berkah.
Rasulullah ﷺ juga bersabda dalam hadits riwayat :
“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh urusannya adalah baik baginya. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur maka itu baik baginya. Jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar maka itu baik baginya.” (HR. Muslim)
Hadits ini mengajarkan bahwa orang beriman tidak pernah benar-benar rugi. Ketika pintu tertutup, ia bersabar. Ketika pintu terbuka, ia bersyukur. Keduanya bernilai pahala di sisi Allah.
Selain itu, Islam juga memerintahkan kita untuk terus berikhtiar. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bersemangatlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah engkau lemah.” (HR. Muslim)
Artinya, ketika satu kesempatan gagal, jangan berhenti. Evaluasi diri, perbaiki niat, tingkatkan usaha, dan tetap gantungkan harapan hanya kepada Allah. Bisa jadi yang tertutup itu bukan karena Allah menolak, tetapi karena Allah sedang mengarahkan kita ke jalan yang lebih baik.
Maka, ketika satu pintu tertutup, jangan berputus asa. Bisa jadi Allah sedang membukakan pintu lain yang lebih indah—asal kita tetap berusaha, bersabar, dan bertawakal. 🌿

Komentar