Kematian adalah sebuah kepastian yang tidak bisa ditunda atau dihindari. Setiap insan, kaya atau miskin, muda atau tua, pasti akan menghadapinya. Allah SWT berfirman:
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.”
(QS. Ali Imran: 185)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara, sedangkan akhirat adalah tempat kembali yang kekal. Oleh karena itu, seorang mukmin yang cerdas adalah yang mempersiapkan dirinya sebelum ajal menjemput.
Rasulullah SAW bersabda:
“Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.”
(HR. Tirmidzi)
Hadits ini menegaskan bahwa kecerdasan sejati bukan diukur dari harta atau kepandaian duniawi, melainkan dari sejauh mana kita menyiapkan bekal amal shalih untuk akhirat.
Kematian bisa datang kapan saja, tanpa pemberitahuan. Maka, memperbanyak amal shalih seperti shalat, sedekah, membaca Al-Qur’an, berbakti kepada orang tua, serta menjaga akhlak mulia adalah investasi terbaik bagi kehidupan setelah mati.
Mari kita jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk bertobat, memperbaiki diri, dan menambah amal kebaikan. Karena ketika panggilan kematian itu tiba, hanya iman dan amal shalihlah yang akan menemani kita di hadapan Allah SWT.

Komentar