Lantunan Tadarus Al-Qur’an di Masjid Firdaus Madiun: Cahaya yang Menghidupkan Hati
Suasana pagi dan malam di terasa berbeda ketika lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema dari para jamaah yang bertadarus. Bacaan yang tartil dan penuh kekhusyukan bukan sekadar suara, tetapi cahaya yang menghidupkan hati dan menenangkan jiwa.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi.”
(QS. Fathir: 29)
Tadarus Al-Qur’an adalah bentuk cinta seorang hamba kepada Rabb-nya. Dalam hadits riwayat , Rasulullah ο·Ί bersabda:
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya bersama-sama, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi para malaikat, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.”
Inilah keberkahan yang terasa di Masjid Firdaus Madiun. Setiap huruf yang dibaca bernilai pahala. Rasulullah ο·Ί juga bersabda bahwa setiap huruf dari Al-Qur’an diganjar sepuluh kebaikan.
Lantunan tadarus bukan hanya ibadah pribadi, tetapi juga syiar Islam yang menguatkan ukhuwah. Dari anak-anak hingga orang tua, semua duduk bersimpuh dalam satu majelis ilmu, berharap ridha dan ampunan-Nya.
Semoga suara-suara yang mengalun dari Masjid Firdaus Madiun menjadi saksi di hari kiamat, bahwa di tempat itu pernah berkumpul hamba-hamba yang mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman hidup. Aamiin.

Komentar